Pengaru Manajemen Dana BOS, Iklum Sekolah, Kualitas Pelayanan Gguru dna Motivasi Kerja Guru Terhadap Akses Masyarakat dalam Pendidikan di Kota Tegal

##article.authors##

##semicolon##

https://doi.org/10.24905/cakrawala.v4i8.41

##semicolon##

Manajemen Dana BOS##common.commaListSeparator## Iklim Sekolah##common.commaListSeparator## Kualiras Pelayanan Guru##common.commaListSeparator## Motivasi Kerja Guru##common.commaListSeparator## Akses Masyarakat dalam Pendidikan

##article.abstract##

Kebijakan Pembangunan Pendidikan sekarang ini menekankan pada
Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun Gratis dan Bermutu,
dengan didukung oleh pembiayaan pendidikan melalui APBN maupun APBD.
Realisasinya dalam bentuk Dana BOS, termasuk BOS Buku, Dana Pendidikan
dan Dana Pendamping. Tujuannya agar Bangsa Indonesia kedepan minimal
memiliki tingkat pendidikan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) atau
Madrasah Tsnawiyah (MTs). Hal ini untuk mengantisipasi tantangan global yang
semakin kompleks, dimana kompetisi pengembangan Ilmu Pengetahuan dan
Teknologi (Iptek) semakin canggih, agar kedepan bangsa Indonesia tidak hanya
menjadi penonton belaka.
Apakah terdapat pengaruh antara Manajemen Dana BOS, Iklim Sekolah,
Kualitas Pelayanan Guru dan Motivasi Kerja Guru terhadap akses masyarakat
dalam pendidikan di Kota Tegal?. Analisis dilakukan secara induktif,
kesimpulannya bahwa Manajemen Dana BOS, Iklim Sekolah, Kualitas Pelayanan
Guru dan Motivasi Kerja Guru berpengaruh terhadap akses masyarakat dalam
pendidikan. Dana BOS yang dikelola dengan baik dan benar sesuai dengan
peraturan Perundang-undangan, Iklim Sekolah yang positif dan kondusif, Kualitas
Pelayanan Guru memuaskan peserta didik, orang tua / wali dan masyarakat pada
umumnya, Motivasi Kerja Guru yang bergairah dan profesional, menimbulkan
kepercayaan sekaligus jalan masuk masyarakat dalam pendidikan di Kota Tegal.
Pendidikan tanpa biaya atau gratis seharusnya diberlakukan sejak dari
Taman Kanak-Kanak (TK/PAUD) sampai Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA)
sehingga para peserta didik tinggal konsentrasi pada pelajaran dan belajar untuk
menyerap ilmu pengetahuan (knowledge), sikap (attitude) dan keterampilan
(skill). Setelah lulus diharapkan menjadi sumber daya manusia (SDM) berkualitas
yang memiliki keunggulan kompetitif di pasar nasional maupun global.

##submission.citations##

##submission.downloads##

##submissions.published##

2010-11-01

##issue.issue##

##section.section##

Articles

##plugins.generic.recommendBySimilarity.heading##

##common.pagination##

##plugins.generic.recommendBySimilarity.advancedSearchIntro##

##plugins.generic.recommendByAuthor.heading##