Guru BK Konserva Potensi Peserta Didik dalam Penerapan Kurikulum 2013
- Keywords:
- Guru BK, Kurikulum 2013, Konservator, Professional
- Abstract
-
Guru memiliki peran dan fungsi yang penting, paling dominan diantara komponen-komonen pendidikan
dalam pembelajaran, dan harus ada pada satuan pendidikan (sekolah). Guru BK wajib memiliki kompetensi
sebagai pendidik dan memahami tugas dalam mengelola pengembangan kedewasaan berfikir, bersikap dan
bertindak peserta didik, serta mampu melaksanakan Kurikulum 2013 pada satuan pendidikan. Dengan
demikian, profesionalisme dan karakter guru BK menjadi taruhannya. Guru BK sebagai salah satu komponen
guru sebagai sumberdaya pendidikan, mereka mempunyai tanggung jawab yang sangat strategis,
sebagaimana penghargaan jam kerja konselor ditetapkan 36 jam per minggu. Guru BK sesuai dengan peran
dan fungsinya, dalam penerapan Kurikulum 2013 harus berani akrobatik. Hal yang dimaksud akrobatik
adalah, merubah peran menjadi konservator potensi peserta didik. Guru BK harus mampu melaksanakan
prinsip-prinsip manajemen bimbingan dan konseling pada satuan pendidikan. Guru BK harus profesional dan
melaksanakan tugas dengan hati dengan manajemen layanan konseling yang prima terhadap kepentingan
peserta didik - Downloads
-
##plugins.themes.default.displayStats.noStats##
- References
- Downloads
- Published
- 01.11.2014
- Issue
- Vol. 8 No. 2 (2014)
- Section
- Articles
- License
-
With the receipt of the article by the Editorial Board of the Cakrawala: Jurnal Ilmu Pendidikan and it was decided to be published, then the copyright regarding the article will be diverted to Cakrawala: Jurnal Ilmu Pendidikan.
Cakrawala: Jurnal Ilmu Pendidikan hold the copyright regarding all the published articles and has the right to multiply and distribute the article under Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
A copyright transfer from the author to the journal is done by filling out the copyright transfer form by the author.
Copyright Transfer Letter: Download
Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License
How to Cite
Similar Articles
- Yulia Nur Ekawati, Peningkatan Kemampuan Mendengarkan (Listening) Mahasiswa Bahasa Inggris Melalui Model Pembelajaran “Project-Based Learning” , Cakrawala: Jurnal Pendidikan: Vol. 11 No. 2 (2017)
- Siwi Saptono Raharjo, Peningkatan Kompetensi Guru dalam Menerapkan Metode Jigsaw melalui Pendampingan , Cakrawala: Jurnal Pendidikan: Vol. 12 No. 1 (2018)
- Siwi Saptono Raharjo, Peningkatan Kompetensi Guru dalam Menerapkan Metode Jigsaw melalui Pendampingan , Cakrawala: Jurnal Pendidikan: Vol. 12 No. 1 (2018)
- Adi Candra Kusuma, Ida Afriliana, Eko Budihartono, Pengaruh Kurikulum, Motivasi Dan Kemampuan Penulisan Karya Ilmiah Terhadap Penyelesaian Tugas Akhir (TA) Mahasiswa Prodi DIII Teknik Komputer Politeknik Harapan Bersama , Cakrawala: Jurnal Pendidikan: Vol. 12 No. 2 (2018)
- Rina Novalinda, Nizwardi Jalinus, Jalius Jama, Evaluasi Penerapan Kurikulum 2013 di SMK Negeri 1 Payakumbuh , Cakrawala: Jurnal Pendidikan: Vol. 14 No. 1 (2020)
- Faridah, Kajian Tentang Rate of Return Perguruan Tinggi dan Implikasinya Pada Peningkatan Mutu Pembelajaran , Cakrawala: Jurnal Pendidikan: Vol. 9 No. 1 (2015)
- Beni Habibi, Peranan Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Bagi Lulusan Perguruan Tinggi yang Berkarakter , Cakrawala: Jurnal Pendidikan: Vol. 12 No. 1 (2018)
- Anin Eka Sulistyawati, Yuvita Yuvita, Sri Wardhani, Integrating Digital Literacy into Sociolinguistics Class in MBKM Curriculum through Theory of Planned Behavior , Cakrawala: Jurnal Pendidikan: Vol. 16 No. 1 (2022)
You may also start an advanced similarity search for this article.
Most read articles by the same author(s)
- Tri Jaka Kartana, Faktor Determinasi dan Upaya Peningkatan Kinerja Guru Teknik Mesin Sekolah Menengah Kejuruan , Cakrawala: Jurnal Pendidikan: Vol. 4 No. 8 (2010)

